FIFA Terapkan Beberapa Peraturan Baru Di Piala Konfederasi 2017

FIFA Terapkan Beberapa Peraturan Baru Di Piala Konfederasi 2017

FIFAFIFA Selaku Badan Tertinggi Dunia dalam Urusan Sepakbola Menerapkan Sejumlah Aturan baru Di Ajang Piala Konfederasi 2017 Yang Baru Digelar Di Rusia. FIFA memberikan kewenangan kepada wasit untuk memberikan waktu tambahan pada setiap akhir laga sebagai kompensasi dari waktu yang terbuang untuk selebrasi gol.

Aturan baru ini diberlakukan di Piala Konfederasi 2017 Rusia yang mulai bergulir pada Sabtu (17/7/2017). “Waktu tambahan itu sebagian besar satu menit pada babak pertama dan tiga menit pada babak kedua. Dalam pertandingan di mana terjadi banyak gol, perayaan gol seringkali menghabiskan banyak waktu. Jadi perlu ada tambahan waktu,” kata Kepala Teknik FIFA, Marco van Basten.

“Penonton ingin melihat permainan sehingga FIFA mendorong wasit agar lebih ketat saat menghitung waktu tambahan,” ujar Van Basten menambahkan. Di Piala Konfenderasi, wasit diperbolehkan mengambil tindakan tegas terhadap kiper yang memegang bola lebih dari enam detik.

“Kiper bisa memegang bola maksimal selama enam detik. Namun sering kali, kiper memegang bola lebih dari itu. Salah satu insiden terjadi di Piala Dunia U-20, ada kiper yang memegang bola selama 20 detik,” tutur Van Basten.

Teknologi video asisten wasit atau VAR juga diterapkan di Piala Konfederasi. Yang menarik adalah FIFA mengujicobakan pergantian keempat saat laga memasuki tambahan waktu. Hal ini sudah disetuji oleh IFAB (International Football Association Board).

Sebelumnya, FIFA telah memberikan kewenangan kepada wasit untuk menghentikan dan menunda pertandingan jika para pengadil lapangan melihat adanya diskriminasi dari suporter saat perhelatan Piala Konfederasi 2017.

Baca Juga : 

Tindakan ini merupakan bagian dari “prosedur tiga langkah” yang digagas FIFA. Prosedur tersebut memperbolehkan pejabat pertandingan untuk menghentikan, menunda, dan kemudian membatalkan pertandingan bila perilaku fans dianggap telah berlebihan. Badan sepak bola dunia tersebut juga akan menyebarkan pengamat anti-diskriminasi. “Ini adalah perubahan mendasar dalam perang melawan diskriminasi,” kata Presiden FIFA, Gianni Infatino.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*